Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-03 16:20:50【Kabar Kuliner】359 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(6665)
Artikel Terkait
- China terus awasi produk bahari dari Jepang setelah keran impor dibuka
- Nikita keberatan terhadap vonis empat tahun & denda Rp1 miliar
- Pemkab Tangerang percepat penerbitan SLHS untuk SPPG
- Polisi ungkap kronologi pengemudi Lexus yang tewas di Pondok Indah
- Dari Qatar ke Cinere, Brian pilih memasak MBG demi senyum anak
- Cara penanganan tepat bagi penderita "honeymoon cystitis"
- KBRI Beijing sambut 700 mahasiswa baru RI: "Kalian jembatan RI
- BGN tegaskan menu MBG ngak boleh gunakan bahan pabrikan
- CP Group Thailand yakin pada pasar China yang luas dan terbuka
- Mo Mo si Gajah rayakan ulang tahun ke
Resep Populer
Rekomendasi

Daftar makanan tinggi protein untuk bulking dan pembentukan Otot

Dompet Dhuafa salurkan 3.840 paket bantuan pangan untuk Palestina

Kemenag: 5.623 peserta didik madrasah Batam terima manfaat Program MBG

Pelatihan penjamah Makan Bergizi Gratis di Palu

Kiat cerdas hemat biaya bulanan, manfaatkan gratis biaya admin

NasDem gelar program kesehatan masyarakat demi cipngakan SDM sehat

BGN proses penonaktifan pelaku pelecehan verbal pegawai SPPG

Dinkes Kota Malang: Penerbitan SLHS memperhatikan sejumlah indikator